Intermittent Fasting Bikin Cepat Kurus? Ini Cara Kerja dan Manfaatnya yang Jarang Diketahui!

Diet
+1

April 23, 2026 | Amara

intermittent fasting, cara intermittent fasting, manfaat intermittent fasting, diet intermittent fasting, puasa intermittent fasting, yesdok, videocalldokter, konsultasi, 24jam

Beberapa tahun terakhir, intermittent fasting (IF) jadi salah satu metode diet paling populer di dunia. Banyak orang mengaku berhasil menurunkan berat badan tanpa harus menghitung kalori secara ketat. Tapi sebenarnya, apa itu intermittent fasting? Bagaimana cara kerjanya? Dan apakah benar aman untuk tubuh?

Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini, sebagai berikut.

Apa Itu Intermittent Fasting?

Intermittent fasting adalah pola makan yang mengatur kapan waktu makan dan kapan waktu puasa, bukan sekadar mengatur jenis makanan. Berbeda dengan diet biasa yang fokus pada “apa yang dimakan”, IF lebih menekankan “kapan makan dilakukan”. Metode ini tidak melarang jenis makanan tertentu, tetapi membatasi waktu makan dalam jendela tertentu, misalnya:

  • 16 jam puasa, 8 jam makan 
  • 14 jam puasa, 10 jam makan
  • 5:2 (5 hari makan normal, 2 hari kalori rendah)

Cara Kerja Intermittent Fasting di Dalam Tubuh

Saat tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama beberapa jam, beberapa proses penting mulai terjadi, sebagai berikut: 

1. Perubahan Sumber Energi: Dari Gula ke Lemak

Pada kondisi normal, tubuh menggunakan glukosa (gula) sebagai sumber energi utama. Namun, saat puasa berlangsung cukup lama, cadangan glukosa akan menurun.

Ketika itu terjadi, tubuh mulai beralih menggunakan lemak sebagai sumber energi utama. Proses inilah yang berkontribusi pada penurunan berat badan.

2. Penurunan Kadar Insulin

Insulin adalah hormon yang membantu tubuh menyimpan energi dari makanan. Saat tidak makan, kadar insulin menurun. Kondisi ini membuat tubuh lebih mudah mengakses dan membakar lemak yang tersimpan.

Penurunan insulin ini juga menjadi alasan mengapa IF sering dikaitkan dengan pengelolaan gula darah dan risiko penyakit metabolik seperti Type 2 Diabetes.

3. Aktivasi Proses “Autophagy

Salah satu efek paling menarik dari puasa adalah aktivasi proses autophagy, yaitu mekanisme alami tubuh untuk “membersihkan” sel-sel yang rusak.

Proses ini membantu tubuh:

  • mendaur ulang sel yang tidak berfungsi
  • menjaga kesehatan jaringan
  • mendukung regenerasi sel

Manfaat Intermittent Fasting bagi Tubuh

Berdasarkan berbagai penelitian modern, IF memiliki beberapa manfaat potensial:

1. Membantu Menurunkan Berat Badan

Salah satu alasan utama orang mencoba IF adalah efeknya terhadap penurunan berat badan.

Dengan membatasi waktu makan, secara tidak langsung IF membantu:

  • mengurangi total asupan kalori
  • meningkatkan pembakaran lemak
  • mengurangi kebiasaan makan berlebihan

2. Meningkatkan Sensitivitas Insulin

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa IF dapat meningkatkan sensitivitas insulin, yang berarti tubuh lebih efektif dalam mengatur gula darah.

YesDok Ads

Hal ini menjadi penting dalam pencegahan penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2.

3. Meningkatkan Kesehatan Jantung

IF juga dikaitkan dengan penurunan beberapa faktor risiko penyakit jantung, seperti kadar kolesterol, tekanan darah, dan peradangan dalam tubuh. 

4. Potensi Meningkatkan Fungsi Otak

Beberapa studi awal menunjukkan bahwa IF dapat meningkatkan fokus dan fungsi kognitif, kemungkinan karena efek metabolik dan hormonal yang lebih stabil. Namun, penelitian di area ini masih terus berkembang.

5. Membantu Pola Makan Lebih Teratur

Bagi sebagian orang, IF membantu mengurangi kebiasaan “snacking” berlebihan dan membuat pola makan lebih terstruktur.

Apakah Intermittent Fasting Aman untuk Semua Orang?

Meskipun banyak manfaatnya, IF tidak cocok untuk semua orang. Kelompok yang perlu berhati-hati antara lain:

  • ibu hamil dan menyusui
  • remaja dalam masa pertumbuhan
  • penderita gangguan makan
  • orang dengan kondisi medis tertentu

Tips Menjalani Intermittent Fasting agar Lebih Aman

Agar tidak salah langkah, berikut beberapa tips yang bisa membantu:

  • Mulai dari pola ringan (misalnya 12:12 atau 14:10)
  • Jangan langsung ekstrem
  • Perbanyak minum air saat puasa
  • Saat makan, pilih makanan bergizi seimbang
  • Hindari “balas dendam makan” saat jam makan
  • Dengarkan sinyal tubuh

Intermittent fasting adalah pola makan yang mengatur waktu makan dan puasa untuk membantu tubuh mengelola energi lebih efisien. Metode ini berpotensi membantu penurunan berat badan, mengontrol gula darah, dan meningkatkan kesehatan metabolisme.

Namun, hasilnya tetap bergantung pada pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan, serta tidak cocok untuk semua orang. Jika dilakukan dengan benar dan sesuai kondisi tubuh, IF bisa menjadi salah satu cara menjaga kesehatan yang cukup efektif.

Jika Anda mengalami gejala kesehatan selama menerapkan IF,  sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan edukasi dan penanganan yang terbaik terkait kesehatan. Jika bingung harus mulai darimana, Anda dapat berkonsultasi secara video call melalui Yesdok tanpa harus keluar rumah.

Anda juga dapat menemukan konten edukasi kesehatan, dapat membantu untuk mengatasi masalah pada kesehatan fisik dan mental Anda. Segera kunjungi platform sosial media seputar info kesehatan Yesdok, melalui akun instagram Yesdok Indonesia dan TikTok YesDok Indonesia. Konsultasi fleksibel dengan waktu 24/7 dapat membantu Anda untuk sembuh.

Referensi:

https://nutritionsource.hsph.harvard.edu/healthy-weight/diet-reviews/intermittent-fasting/

https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/intermittent-fasting-what-is-it

https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/in-depth/intermittent-fasting/art-20441303

https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMra1905136

YesDok Ads

Copyright © 2023 . All Rights Reserved by Yesdok.