Saat bayi demam, banyak orang tua langsung merasa cemas, haruskah langsung ke dokter atau cukup dipantau di rumah? Pertanyaan ini sering muncul karena tidak semua demam memiliki tingkat bahaya yang sama.
Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini, sebagai berikut.
Penyebab Demam pada Bayi
Demam atau kondisi suhu tubuh di atas 38°C merupakan hal yang umum terjadi pada bayi dan biasanya akan membaik dalam 1-4 hari. Saat demam, tubuh bayi, terutama bagian dada dan punggung, dapat terasa lebih hangat, berkeringat, hingga pada beberapa kasus disertai kejang demam. Kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
1. Infeksi karena Virus atau Bakteri
Umumnya demam merupakan cara alami tubuh bayi dalam melawan infeksi, baik karena virus maupun bakteri, misalnya saat mengalami batuk atau pilek.
2. Pasca Imunisasi atau Vaksinasi
Demam setelah imunisasi atau vaksinasi merupakan respons yang wajar dari tubuh bayi terhadap vaksin, meskipun bayi yang tidak mengalami demam juga bukan berarti vaksinnya tidak bekerja.
3. Respons terhadap Cuaca yang Panas
Bayi lebih rentan mengalami gangguan akibat panas karena kemampuan tubuh mereka untuk mengatur suhu masih terbatas.
Penanganan saat Bayi Demam
Jangan langsung panik ketika bayi demam. Jika bayi berusia di atas 3 bulan, masih aktif, dan pola makan maupun minumnya tidak banyak berubah, kondisi ini umumnya masih bisa dipantau di rumah.
Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman pada bayi saat demam:
1. Cek Suhu Tubuh Bayi menggunakan Termometer Digital
Suhu tubuh bayi dapat diukur melalui anus (rektal), mulut (oral), telinga, ketiak, atau dahi. American Academy of Pediatrics menyarankan penggunaan termometer digital dan menghindari termometer merkuri karena berisiko menyebabkan keracunan jika pecah.

2. Perbanyak Asupan Cairan
Saat bayi demam, tetap berikan ASI, susu, atau cairan yang cukup untuk membantu mencegah dehidrasi. Asupan nutrisi yang baik juga penting untuk menjaga kondisi tubuh bayi selama sakit.
3. Gunakan Obat Demam yang Aman
Hindari memberikan aspirin pada bayi karena dapat menyebabkan kondisi serius. Untuk bayi usia di atas 6 bulan dan tidak memiliki asma, ibuprofen dapat digunakan sesuai anjuran dokter. Sementara itu, acetaminophen dapat diberikan pada bayi usia di atas 2 bulan dengan rekomendasi tenaga medis.
Jadi, Kapan Bayi Demam Harus Dibawa ke Dokter?
Bayi berusia di bawah 2 bulan dengan suhu tubuh di atas 38°C sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, pada bayi usia di atas 3 bulan, orang tua perlu waspada jika demam disertai beberapa kondisi berikut:
- Tampak sangat lemas atau tidak responsif
- Mengalami kesulitan bernapas
- Menangis terus-menerus dan sulit ditenangkan
- Muncul ruam pada kulit
- Menunjukkan tanda dehidrasi, seperti jarang buang air kecil, mulut kering, tidak ada air mata saat menangis, atau ubun-ubun tampak cekung
- Mengalami kejang
- Muntah atau Diare
- Leher terasa kaku
- Tampak mengalami sakit kepala berat atau nyeri hebat lainnya
Apabila Bayi Anda mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera konsultasikan kondisi tersebut ke dokter untuk mendapatkan edukasi dan penanganan yang terbaik terkait kesehatan. Jika bingung harus mulai darimana, Anda dapat berkonsultasi secara video call melalui Yesdok tanpa harus keluar rumah.
Anda juga dapat menemukan konten edukasi kesehatan, dapat membantu untuk mengatasi masalah pada kesehatan fisik dan mental Anda. Segera kunjungi platform sosial media seputar info kesehatan Yesdok, melalui akun instagram Yesdok Indonesia dan TikTok YesDok Indonesia. Konsultasi fleksibel dengan waktu 24/7 dapat membantu Anda untuk sembuh.
Referensi
https://www.nhs.uk/symptoms/fever-in-children/
https://www.healthdirect.gov.au/fever-and-high-temperature-in-children#causes
https://www.webmd.com/parenting/baby/fever-in-babies









