Pola makan berbasis nabati semakin populer di kalangan masyarakat global. Dua pendekatan yang paling dikenal adalah diet vegetarian dan vegan. Keduanya menawarkan manfaat kesehatan yang signifikan, namun juga memiliki perbedaan mendasar.
Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini, sebagai berikut.
Perbedaan Vegan dan Vegetarian
Vegetarian adalah individu yang tidak mengonsumsi daging, ikan, dan unggas, tetapi masih mengonsumsi produk turunan hewan seperti susu, keju, dan telur. Sedangkan vegan menghindari semua produk hewani, termasuk susu, telur, madu, dan bahkan produk turunan seperti gelatin.
Manfaat Kesehatan Vegan dan Vegetarian
1. Kesehatan Jantung
Diet berbasis nabati, baik vegan maupun vegetarian, terbukti menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah. Studi dalam jurnal Current Nutrition Reports menunjukkan bahwa pola makan vegan menurunkan kadar kolesterol LDL lebih besar dibandingkan vegetarian.
2. Diabetes Tipe 2
Menurut meta-analisis dalam Nutrients Journal (2023), vegan menunjukkan penurunan risiko diabetes tipe 2 hingga 62%, sementara vegetarian sekitar 38%–51%.
3. Kanker
Data dari UK Biobank dan studi yang dipublikasikan di BMC Medicine menunjukkan penurunan risiko kanker sebesar 10–18% pada individu yang menjalani diet vegan dan vegetarian.
Kekurangan dan Risiko Nutrisi
Meski memberikan banyak manfaat, kedua pola makan ini memiliki potensi risiko defisiensi nutrisi jika tidak direncanakan dengan baik. Misalnya sebagai berikut:

- Orang yang memilih diet vegan memiliki risiko untuk mengalami defisiensi vitamin B12, sedangkan pada orang vegetarian, vitamin B12 diperoleh dari telur atau susu
- Diet vegan berisiko untuk menyebabkan defisiensi kalsium dan vitamin D apabila tidak diikuti dengan konsumsi suplemen vitamin. Sedangkan umumnya pada vegetarian nutrisi ini dapat tercukupi dengan baik
- Defisiensi omega-3 dan zat besi juga dapat dialami oleh orang dengan diet vegan. Pada orang dengan diet vegetarian omega-3 dan zat besi dapat tercukupi melalui konsumsi susu dan telur.
Manakah yang Lebih Baik?
Jawabannya tergantung pada kebutuhan pribadi, gaya hidup, dan kemampuan dalam merencanakan diet. Secara umum:
- Vegan lebih unggul dalam menurunkan kolesterol dan risiko diabetes, namun memerlukan perhatian lebih terhadap kecukupan nutrisi.
- Vegetarian lebih mudah diterapkan dan masih memberikan manfaat kesehatan signifikan, dengan risiko defisiensi nutrisi yang lebih rendah.
Penelitian dari The American Journal of Clinical Nutrition menyarankan bahwa baik diet vegan maupun vegetarian bisa sangat sehat, asalkan direncanakan dengan baik.
Apabila Anda bingung memilih program diet yang tepat, sebaiknya segera konsultasikan kondisi tersebut ke dokter untuk mendapatkan edukasi dan penanganan yang terbaik terkait kesehatan. Jika bingung harus mulai darimana, Anda dapat berkonsultasi secara video call melalui Yesdok tanpa harus keluar rumah.
Anda juga dapat menemukan konten edukasi kesehatan, dapat membantu untuk mengatasi masalah pada kesehatan fisik dan mental Anda. Segera kunjungi platform sosial media seputar info kesehatan Yesdok, melalui akun instagram Yesdok Indonesia dan TikTok YesDok Indonesia. Konsultasi fleksibel dengan waktu 24/7 dapat membantu Anda untuk sembuh.
Referensi
https://www.health.com/nutrition/difference-between-vegan-and-vegetarian
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9899747/
https://www.healthline.com/nutrition/vegan-vs-vegetarian









