Rambut tipis pada bayi seringkali menjadi kekhawatiran bagi para orang tua. Apalagi jika dibandingkan dengan bayi lain seusianya. Berbagai pertanyaan muncul di benak orang tua, mulai dari apakah hal ini normal terjadi? Apakah ini tanda kekurangan nutrisi? Atau justru penggunaan produk yang salah.
Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini, sebagai berikut.
Rambut Bayi Tipis, Apakah Normal?
Secara umum, rambut bayi yang tipis dan jarang merupakan hal yang biasa terjadi, terutama pada usia 0-12 bulan. Setiap bayi memiliki pola pertumbuhan yang berbeda-beda, ada yang lahir dengan rambut lebat, dan ada pula yang rambutnya baru tumbuh perlahan seiring dengan bertambahnya usia.
Bahkan ada beberapa bayi yang mengalami kerontokan rambut sementara di usia 2-6 bulan karena perubahan hormon setelah lahir. Kondisi ini normal dan biasanya akan membaik dengan sendirinya.
Faktor yang Memengaruhi Ketebalan Rambut
Pertumbuhan rambut bayi tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor saja. Berikut beberapa hal yang berperan penting:
1. Faktor Genetik
Genetik memegang peranan besar dalam menentukan ketebalan, tekstur, dan kecepatan pertumbuhan rambut bayi. Jika orang tua memiliki rambut yang cenderung tipis, kemungkinan bayi juga akan mengalami hal serupa.
2. Tahap Pertumbuhan Rambut
Rambut melalui fase pertumbuhan (anagen), transisi (catagen), dan istirahat (telogen). Pada bayi, banyak folikel rambut berganti fase, sehingga rambut lama rontok sebelum rambut baru tumbuh. Hal ini menyebabkan tampilan rambut yang tipis atau “sparse”.
3. Gesekan dan Pola Tidur
Posisi bayi saat tidur bisa menyebabkan rambut rontok di area tertentu, seperti belakang kepala, karena gesekan dengan kasur. Ini disebut neonatal friction alopecia dan bisa hilang sendiri ketika bayi mulai bisa berguling.
Apakah Kekurangan Nutrisi Menyebabkan Rambut Bayi Tipis?
Nutrisi memang berperan penting dalam menjaga kesehatan rambut. Akan tetapi, namun rambut tipis pada bayi tidak selalu berarti kekurangan nutrisi, terutama jika bayi tumbuh kembangnya baik secara keseluruhan. Rambut bayi juga dipengaruhi oleh faktor genetik dan fase pertumbuhan rambut itu sendiri.
Meskipun demikian, nutrisi yang cukup penting untuk mendukung pertumbuhan rambut dan tubuh yang sehat. Misalnya:
- Protein dan zat besi membantu mendukung pembentukan struktur rambut.
- Vitamin tertentu seperti vitamin A, D, dan B kompleks berperan dalam berbagai fungsi tubuh termasuk pertumbuhan jaringan.
Namun, jika ada tanda lain seperti berat badan turun, lemas berlebihan, atau perkembangan melambat, sebaiknya konsultasikan ke dokter anak untuk evaluasi menyeluruh.
Tanda Rambut Bayi Tipis yang Tidak Normal
Rambut bayi tipis memang hal yang wajar, tetapi apabila bayi Anda mengalami beberapa tanda berikut, Anda harus segera waspada:
- Rambut terus rontok setelah usia 6-8 bulan tanpa pertumbuhan kembali.
- Kulit kepala tampak merah, bersisik berlebihan, berkerak parah (cradle cap), atau luka.
- Disertai gejala lain seperti pertumbuhan fisik melambat
Kondisi kulit kepala seperti cradle cap juga umum pada bayi dan biasanya tidak berbahaya, tetapi bisa memengaruhi tampilan rambut jika parah.
Tips Merawat Rambut Bayi yang Tipis
Berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk merawat rambut bayi yang tipis:
1. Cuci Rambut dengan Shampo Bayi yang Lembut dan Bebas Iritasi
Rambut dan kulit kepala bayi sangat sensitif karena lapisan kulitnya masih tipis dan belum sepenuhnya matang. Untuk itu, penting memilih shampo yang dirancang khusus untuk bayi, yakni yang “tear-free”, bebas bahan keras, serta diformulasikan untuk pH kulit bayi. Produk seperti ini biasanya tanpa sulfates, parabens, dan pewangi kuat, sehingga mengurangi risiko iritasi atau kulit kepala kering.
2. Hindari Keramas Terlalu Sering
Berbeda dengan orang dewasa, bayi biasanya tidak perlu mandi atau keramas setiap hari. The American Academy of Dermatology (AAD) menyarankan bahwa rambut bayi cukup dicuci sekali hingga beberapa kali dalam seminggu, tergantung tingkat aktivitasnya.

3. Hindari Mengikat dan Menyisir Rambut Terlalu Keras
Rambut bayi masih sangat halus dan akar rambutnya rapuh. Menarik rambut atau memakai ikat yang terlalu kencang dapat memberi tekanan pada folikel, yang justru bisa merusak rambut dan menyebabkan kerontokan mekanis.
4. Pijat Ringan Kulit Kepala Bayi
Pijat kulit kepala bayi sangat bermanfaat dan sering direkomendasikan sebagai bagian perawatan harian. Gerakan pijat yang lembut dapat membantu merangsang sirkulasi darah di kulit kepala, sehingga menyiapkan kondisi yang lebih sehat untuk pertumbuhan rambut.
5. Gunakan Hair Lotion
Penggunaan hair lotion pada bayi dapat membantu untuk menjaga kelembapan rambut dan kulit kepala bayi agar tidak mudah kering dan iritasi. Hair lotion juga dapat mengurangi risiko rambut patah akibat gesekan dan berperan sebagai perawatan pendukung pertumbuhan rambut bayi yang tetap harus diimbangi dengan nutrisi yang seimbang.
Salah satu hair lotion yang dapat digunakan oleh bayi dan anak-anak adalah LOU Grow More Nourishing Hair Lotion, yang mengandung Gooseberry, Oat 5x Ceramide (Prebiotik), dan Soymilk BiomeTM (Postbiotik) yang diformulasikan dengan Microbiome Technology untuk bantu menumbuhkan rambut, mengontrol minyak berlebih dan menjaga scalp barrier bayi.
Gooseberry: Menumbuhkan, menebalkan, melebatkan dan menghitamkan rambut bayi
Oat 5x Ceramide (Prebiotik): Membantu memperkuat scalp barrier, menghaluskan rambut bayi
Soymilk BiomeTM (Postbiotik): Membantu menyeimbangkan microbiome yang ada pada kulit kepala bayi sehingga kulit kepala menjadi lebih sehat dan membuat kulit kepala bebas dari kering dan kemerahan.
Gunakan hair lotion setelah keramas dengan pijatan lembut di area kulit kepala bayi untuk membantu melancarkan sirkulasi darah di kulit kepala, sehingga folikel rambut mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi dengan lebih baik. Pijatan juga membantu meratakan hair lotion agar terserap optimal, sekaligus menjaga kulit kepala tetap sehat dan nyaman.
Akan tetapi, apabila rambut bayi Anda mengalami kerontokan yang tidak wajar dan semakin menipis, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan edukasi dan penanganan yang terbaik terkait kesehatan. Jika bingung harus mulai darimana, Anda dapat berkonsultasi secara video call melalui Yesdok tanpa harus keluar rumah.
Anda juga dapat menemukan konten edukasi kesehatan, dapat membantu untuk mengatasi masalah pada kesehatan fisik dan mental Anda. Segera kunjungi platform sosial media seputar info kesehatan Yesdok, melalui akun instagram Yesdok Indonesia dan TikTok YesDok Indonesia. Konsultasi fleksibel dengan waktu 24/7 dapat membantu Anda untuk sembuh.
Referensi
https://www.healthline.com/health/baby/newborn-hair
https://www.healthline.com/health/stages-of-hair-growth
https://www.healthline.com/health/hair-loss-in-children
https://www.webmd.com/parenting/baby/features/baby-hair-care-tips-natural-hair
https://www.healthline.com/health/baby/newborn-hair


-article-1597555539.jpeg?w=300)






