Lipemia: Kondisi Plasma Darah menjadi Putih Susu, Begini Pencegahannya!

March 02, 2026 | Dea

lipemia adalah, gejala lipemia, penyebab lipemia, pencegahan lipemia, dampak lipemia, plasma darah keruh, plasma darah putih susu, yesdok

Lipemia kondisi saat plasma darah tampak putih seperti susu. Meski jarang dibahas, lipemia penting dikenali karena dapat menjadi tanda adanya masalah serius pada metabolisme lemak di tubuh.

Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini, sebagai berikut.

Apa itu Lipemia

Lipemia adalah suatu kondisi akibat tingginya kadar lemak dalam darah atau trigliserida. Sehingga membuat plasma darah menjadi keruh atau terlihat seperti susu putih. Normalnya, plasma darah berwarna kuning jernih. Dalam pemeriksaan laboratorium, kondisi ini sering terdeteksi saat darah disentrifugasi dan lapisan plasma di atasnya tampak putih pekat.

Bagaimana Lipemia Terjadi

Setelah kita mengonsumsi makanan berlemak tinggi, lemak tersebut akan:

  • Diserap oleh usus halus, lalu dikemas dalam bentuk chylomicrons partikel lemak besar yang memungkinkan lemak dapat larut dan diangkut melalui aliran darah.
  • Chylomicrons kemudian diedarkan ke seluruh tubuh untuk digunakan sebagai energi atau disimpan.
  • Namun, jika jumlah chylomicrons sangat banyak atau tubuh tidak dapat memecahnya dengan baik, maka mereka akan menumpuk di plasma darah, membuatnya keruh seperti susu.

Selain chylomicrons, lipemia juga bisa disebabkan oleh peningkatan very low-density lipoprotein (VLDL) yang membawa trigliserida dari hati ke jaringan tubuh. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang dengan kadar trigliserida sangat tinggi lebih besar dari 1000 mg/dL.

Penyebab Lipemia

Lipemia dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

1. Konsumsi makanan tinggi lemak sebelum tes darah

Makan gorengan, santan kental, junk food, atau fast food sebelum pemeriksaan darah, kadar chylomicrons Anda akan meningkat secara signifikan, yang menghasilkan penampilan plasma darah yang putih keruh. Untuk alasan ini, sangat penting untuk berpuasa selama 8-12 jam sebelum melakukan tes darah.

2. Hipertrigliseridemia berat

Pola makan tinggi lemak dan karbohidrat sederhana, obesitas, dan kurang olahraga adalah semua faktor yang dapat menyebabkan lipemia jika kadar trigliserida di atas 1000 mg/dL.

3. Diabetes mellitus yang tidak terkontrol

Gula darah tinggi meningkatkan sintesis trigliserida di hati, sehingga lemak dalam darah semakin banyak.

4. Gangguan metabolisme lipid turunan

Sindrom familial chylomicronemia adalah kelainan genetik yang menyebabkan tubuh tidak memiliki lipoprotein lipase atau ApoC-II yang diperlukan untuk memecah chylomicrons, yang mengakibatkan penumpukan lemak dalam darah.

5. Penyakit hati atau ginjal tertentu

Gangguan fungsi hati dapat meningkatkan produksi VLDL, sedangkan penyakit ginjal seperti sindrom nefrotik juga menyebabkan hiperlipidemia.

YesDok Ads

Dampak Lipemia bagi Kesehatan

Lipemia sendiri bukan penyakit, melainkan tanda adanya gangguan metabolisme lemak. Namun jika dibiarkan, kondisi ini bisa menyebabkan:

1. Pankreatitis akut

Kadar trigliserida yang sangat tinggi (biasanya di atas 1000-2000 mg/dL) dapat memicu radang pankreas yang gejalanya meliputi nyeri perut hebat, mual, dan muntah. Pankreatitis akibat hiperlipidemia memerlukan penanganan segera karena dapat mengancam nyawa.

2. Penyakit kardiovaskular

Kadar lemak tinggi berkontribusi pada pembentukan plak di dinding pembuluh darah (aterosklerosis), meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

3. Gangguan hasil pemeriksaan laboratorium

Jika terdeteksi plasma lipemik, laboratorium biasanya akan meminta pengambilan sampel ulang setelah puasa karena ini dapat mengganggu hasil tes kimia darah seperti pengukuran glukosa, elektrolit, profil lipid, dan enzim hati.

Cara Mencegah Lipemia

Berikut langkah pencegahan lipemia yang efektif, antara lain:

  • Batasi konsumsi lemak jenuh dan trans
  • Kurangi makanan tinggi lemak
  • Perbanyak konsumsi serat untuk menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol darah.
  • Rutin berolahraga, aktivitas fisik minimal 30 menit sehari (misalnya jalan cepat, jogging, bersepeda) meningkatkan metabolisme lemak dan membantu menurunkan trigliserida.
  • Kontrol berat badan, menjaga berat badan ideal membantu menurunkan risiko hiperlipidemia.
  • Kelola gula darah dengan baik
  • Jika akan melakukan tes darah, lakukan puasa 8-12 jam (kecuali air putih) agar hasil tes tidak terpengaruh oleh lipemia pasca makan.

Dengan mengubah pola makan, mengonsumsi lebih banyak serat, berpartisipasi dalam aktivitas fisik, mengontrol gula darah, dan melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, lipemia dan risiko komplikasi serius dapat dicegah sejak dini. 

Sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar mendapatkan edukasi dan penanganan yang terbaik terkait kesehatan. Jika bingung harus mulai darimana, Anda dapat berkonsultasi secara video call melalui Yesdok tanpa harus keluar rumah.

Anda juga dapat menemukan konten edukasi kesehatan, dapat membantu untuk mengatasi masalah pada kesehatan fisik dan mental Anda. Segera kunjungi platform sosial media seputar info kesehatan Yesdok, melalui akun instagram Yesdok Indonesia dan TikTok YesDok Indonesia. Konsultasi fleksibel dengan waktu 24/7 dapat membantu Anda untuk sembuh.

Referensi

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK555977/ 

https://professionaleducation.blood.ca/en/visual-inspection-tool/red-cells/lipemia

https://www.biochemia-medica.com/en/journal/24/1/10.11613/BM.2014.008/fullArticle/1000

YesDok Ads

Copyright © 2023 . All Rights Reserved by Yesdok.