Memasuki bulan ramadan umat muslim di seluruh dunia akan menghadapi satu bulan penuh untuk melaksanakan ibadah puasa selama 12-13 jam. Sahur atau makan di waktu dini hari sangat dianjurkan sebelum memulai puasa. Karena perubahan pola dan waktu makan ini, metabolisme tubuh tentunya membutuhkan adaptasi yang signifikan untuk memproses pencernaan hingga tiba saatnya waktu berbuka puasa di penghujung hari. Namun kenapa benarkan sahur itu sangat penting untuk dilakukan? Apa sajakah manfaatnya terhadap kesehatan tubuh?
Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini, sebagai berikut.
Pentingnya Sahur
Sahur adalah waktu makan penting dalam Islam yang membantu menyiapkan tubuh untuk berpuasa seharian selama Ramadan. Dilakukan di akhir malam sebelum fajar, sahur berfungsi sebagai “bahan bakar” awal agar tubuh tetap kuat dan fokus sepanjang hari. Sayangnya, banyak orang melewatkannya karena sulit bangun atau tidak merasa lapar.
Padahal, dari sisi kesehatan, sahur sangat penting terutama untuk sistem pencernaan. Saat kita sahur, lambung tetap mendapat asupan sehingga produksi asam lambung lebih terkontrol. Jika sahur dilewatkan, lambung bisa kosong terlalu lama, yang pada sebagian orang dapat memicu keluhan seperti perih, maag, atau asam lambung naik.
Jadi, sahur memang salah satu perintah yang sunnah muakkad (sangat dianjurkan) berdasarkan agama, tapi juga sangat baik manfaatnya terhadap kesehatan tubuh terutama dalam membantu menjaga keseimbangan energi, metabolisme, dan kesehatan pencernaan selama berpuasa.
Manfaat Sahur untuk Kesehatan Tubuh
Sahur sangat bermanfaat bagi tubuh karena membantu tubuh memperoleh asupan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk tetap bertenaga, cukup cairan, dan berfungsi optimal selama berpuasa. Makanan dan minuman saat sahur membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, mengisi kembali cadangan energi, serta mencegah dehidrasi di siang hari.
Selain itu, sahur membantu “menyalakan” kembali metabolisme tubuh di pagi hari. Tanpa sahur, tubuh hanya mengandalkan sisa energi dari makan malam sebelumnya, yang belum tentu cukup untuk aktivitas seharian. Akibatnya, puasa bisa terasa lebih berat, tubuh cepat lemas, sulit konsentrasi, dan lebih rentan mengalami gangguan lambung dan dehidrasi.
Sahur juga berperan penting terhadap fungsi kognitif dan kemampuan otak untuk fokus dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Karena metabolisme sudah mulai aktif sejak pagi lewat sahur, tubuh dan otak mendapat pasokan nutrisi lebih awal. Hal ini membantu menjaga pikiran tetap jernih dan konsentrasi lebih stabil selama berpuasa.
Baik saat bekerja, belajar, maupun mengurus pekerjaan rumah, asupan bergizi saat sahur bisa mengurangi rasa “brain fog”, mudah marah, dan sulit fokus. Dengan nutrisi yang cukup sebelum puasa dimulai, fungsi kognitif lebih terjaga sehingga Anda bisa tetap produktif dan beraktivitas dengan optimal sepanjang hari.
Tips Sahur yang Baik untuk Tubuh
Berikut ini adalah beberapa tips yang terbaik saat melakukan sahur agar puasa terhindar dari kendala dan tubuh tetap sehat, energik dan mudah fokus, antara lain:
1. Pilih karbohidrat kompleks
Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, roti gandum, kentang, atau ubi dicerna lebih lambat sehingga energi dilepaskan secara bertahap. Ini membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan membuat kenyang lebih lama dibandingkan karbohidrat sederhana seperti roti putih atau makanan manis.
2. Tambahkan protein berkualitas
Protein membantu menahan rasa lapar lebih lama dan menjaga massa otot selama puasa. Pilih sumber protein seperti telur, ayam, ikan, tempe, tahu, susu, atau yogurt. Kombinasi karbohidrat kompleks dan protein membuat energi lebih tahan lama.

3. Perbanyak serat
Sayur dan buah kaya serat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah sembelit saat puasa. Serat juga membantu rasa kenyang bertahan lebih lama serta mendukung kesehatan usus.
4. Cukupi kebutuhan cairan
Minum 1-2 gelas air saat sahur untuk membantu mencegah dehidrasi. Bisa ditambah susu atau air yang mengandung elektrolit ringan. Hindari minuman terlalu manis atau berkafein berlebihan karena bisa membuat lebih cepat haus.
5. Batasi makanan terlalu asin, manis, dan berlemak
Makanan tinggi garam dapat membuat cepat haus. Makanan terlalu manis memicu lonjakan gula darah yang cepat turun sehingga tubuh mudah lemas. Makanan berlemak berlebihan bisa memperlambat pengosongan lambung dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
6. Jangan melewatkan sahur
Melewatkan sahur membuat tubuh hanya mengandalkan energi dari makan malam sebelumnya. Akibatnya tubuh lebih cepat lelah, sulit berkonsentrasi, dan pada sebagian orang dapat memicu keluhan lambung karena kosong terlalu lama.
7. Makan secukupnya dan seimbang
Hindari makan berlebihan saat sahur karena dapat menyebabkan perut terasa penuh, begah, dan mengantuk. Pilih porsi seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serat, dan cairan agar tubuh tetap nyaman dan bertenaga sepanjang hari.
Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan edukasi dan penanganan yang terbaik terkait kesehatan. Jika bingung harus mulai darimana, Anda dapat berkonsultasi secara video call melalui Yesdok tanpa harus keluar rumah.
Anda juga dapat menemukan konten edukasi kesehatan, dapat membantu untuk mengatasi masalah pada kesehatan fisik dan mental Anda. Segera kunjungi platform sosial media seputar info kesehatan Yesdok, melalui akun instagram Yesdok Indonesia dan TikTok YesDok Indonesia. Konsultasi fleksibel dengan waktu 24/7 dapat membantu Anda untuk sembuh.
Referensi
https://deenin.com/blogs/all-blogs/the-importance-of-suhoor-in-ramadan-why-you-should-never-skip-it?
https://www.clevelandclinicabudhabi.ae/en/health-byte/ramadan/how-ramadan-can-boost-your-health-and-wellbeing
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11061406/
https://www.nutrition.org.uk/creating-a-healthy-diet/a-healthy-ramadan/









