Kenapa Perut Sering Kembung saat Berpuasa?

March 12, 2026 | Dea

penyebab perut kembung, puasa dan kembung, kembung saat puasa, kenapa perut kembung, yesdok

Berpuasa di bulan Ramadan adalah momen yang penuh berkah, namun tak jarang kenyamanan ibadah terganggu oleh munculnya rasa penuh, begah, atau perut kembung. Mengapa hal ini terjadi justru saat perut sedang kosong dalam waktu lama?

Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini, sebagai berikut.

Penyebab Perut Kembung saat Berpuasa

Perut kembung sebenarnya adalah sinyal bahwa ada penumpukan gas berlebih di saluran pencernaan atau adanya gangguan pada cara usus memproses makanan. Berikut adalah alasan-alasan utamanya:

1. Fenomena "Balas Dendam" saat Iftar

Ini adalah penyebab paling umum. Setelah belasan jam kosong, lambung menyusut dan sistem pencernaan masuk ke mode "istirahat". Saat azan Magrib berkumandang, banyak dari kita langsung mengonsumsi porsi besar dalam waktu singkat.

Lambung teregang secara tiba-tiba (distensi), memicu tekanan gas dan rasa begah yang luar biasa.  menekankan bahwa makan terlalu cepat menyebabkan udara ikut tertelan (aerophagia), yang menambah koleksi gas di perut.

2. Jebakan Makanan Takjil (Gorengan & Santan)

Makanan berlemak tinggi, seperti gorengan dan hidangan bersantan, membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna.

Makanan ini tertahan lebih lama di lambung, memperlambat proses pengosongan perut. Akibatnya, timbul sensasi penuh dan asam lambung yang naik (refluks).

3. Proses Fermentasi oleh Bakteri Usus

Cleveland Clinic menjelaskan bahwa gas di usus sering kali merupakan hasil sampingan dari bakteri yang memfermentasi karbohidrat yang tidak terserap sempurna. Saat berbuka dengan karbohidrat kompleks secara berlebihan tanpa serat yang cukup, bakteri usus bekerja ekstra keras dan melepaskan gas hidrogen serta metana yang bikin perut terasa seperti balon.

4. Dehidrasi dan Konstipasi

Kurangnya asupan cairan selama berjam-jam membuat kotoran di usus menjadi keras. Konstipasi (sembelit) adalah "sahabat dekat" kembung. Jika sisa makanan tidak bergerak lancar, gas akan terperangkap di belakangnya, menciptakan rasa tidak nyaman yang terus-menerus.

YesDok Ads

Strategi "Anti-Begah" Menghadapi Puasa

Agar ibadah tetap lancar tanpa gangguan perut, berikut adalah langkah-langkah praktis yang sebaiknya dilakukan, antara lain:

1. Ritual Berbuka yang Benar

  • Mulai dengan yang Ringan: Awali dengan air putih dan sedikit kurma (sesuai sunnah). Kurma memberikan energi instan tanpa membebani lambung.
  • Beri Jeda: Setelah takjil ringan, berikan waktu bagi lambung untuk "bangun" (misalnya diselingi salat Magrib) sebelum beralih ke makanan berat.
  • Kunyah Perlahan: Mengunyah makanan hingga halus membantu enzim pencernaan bekerja lebih mudah dan mencegah udara masuk ke saluran cerna.

2. Pilih Menu Suhur yang Cerdas

Usahakan untuk sahur yang bernutrisi dan fokus pada karbohidrat lepas lambat (slow-release energy) seperti gandum utuh, oat, atau nasi merah.

  • Hindari Garam Berlebih: Makanan asin saat sahur akan menarik air dari sel tubuh, membuat Anda lebih cepat haus dan memicu retensi air yang memperparah kembung.

3. "Tidy Up" Pola Makan 

  • Cukupi Serat tapi Bertahap: Serat sangat penting untuk mencegah sembelit, namun jangan menambah porsi serat secara drastis dalam satu malam karena justru bisa memicu gas.
  • Minuman yang Tepat: Hindari minuman bersoda (karbonasi) saat berbuka karena gas di dalamnya langsung berpindah ke perut Anda. Teh peppermint atau jahe hangat sangat disarankan karena bersifat antispasmodik (merelaksasi otot usus).

Perut kembung saat berpuasa bukanlah "hukuman" dari tubuh, melainkan pengingat agar kita lebih bijak dalam memilih menu dan cara makan. Dengan mengikuti saran  untuk makan secara bertahap dan menjaga hidrasi, kita bisa menjalani Ramadan dengan perut yang nyaman dan hati yang tenang.

Namun jika Anda mengalami:

  • Nyeri perut yang hebat dan menetap.
  • Demam atau muntah.
  • Penurunan berat badan yang drastis tanpa sebab.
  • Adanya darah pada feses.

Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan edukasi dan penanganan yang terbaik terkait kesehatan. Jika bingung harus mulai darimana, Anda dapat berkonsultasi secara video call melalui Yesdok tanpa harus keluar rumah.

Anda juga dapat menemukan konten edukasi kesehatan, dapat membantu untuk mengatasi masalah pada kesehatan fisik dan mental Anda. Segera kunjungi platform sosial media seputar info kesehatan Yesdok, melalui akun instagram Yesdok Indonesia dan TikTok YesDok Indonesia. Konsultasi fleksibel dengan waktu 24/7 dapat membantu Anda untuk sembuh.

Referensi

https://www.ipb.ac.id/news/index/2026/02/overcome-bloated-stomach-when-breaking-the-fast-dr

https://www.healthhubalfuttaim.com/ramadan-coming-up-bloating-acid-reflux-while-fasting-what-you-can-do-now/ 

https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/21740-bloated-stomach

YesDok Ads

Artikel Terkait

Lihat lebih banyak

Dokter Terkait

Lihat lebih banyak
dr. muhammad ricky ramadhian, MSc, SpRad

dr. muhammad ricky ramadhian, MSc, SpRad

Spesialis Radiologi

5

4 Tahun

dr I Ketut Jaya Ningrat Sp An

dr I Ketut Jaya Ningrat Sp An

Spesialis Anestesi

5

2026 Tahun

dr. Alfin Windarjati Wyoso, M.Ked.Klin., Sp.K.F.R.

dr. Alfin Windarjati Wyoso, M.Ked.Klin., Sp.K.F.R.

Spesialis Rehabilitasi Medik

5

4 Tahun

Copyright © 2023 . All Rights Reserved by Yesdok.