Dalam beberapa tahun terakhir, kasus campak pada anak kembali meningkat di berbagai negara. Padahal, campak sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi. World Health Organization dan Centers for Disease Control and Prevention melaporkan bahwa penurunan cakupan vaksinasi menjadi salah satu penyebab utama munculnya kembali wabah campak. Lalu, apa sebenarnya campak itu? Mengapa bisa berbahaya? Dan apa yang harus dilakukan orang tua?
Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini, sebagai berikut.
Mengenal Campak
Campak adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dan sangat mudah menular. Penularannya terjadi melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin. Virus campak bahkan bisa bertahan di udara atau menempel di permukaan benda selama kurang lebih dua jam. Seseorang bisa tertular hanya dengan berada di ruangan yang sama dengan penderita, meskipun tanpa kontak langsung.
Kasus Campak Meningkat
Kenaikan kasus campak sering terjadi ketika cakupan imunisasi turun di bawah angka ideal, berdasarkan laporan WHO untuk mencegah penyebaran campak minimal 95% populasi anak perlu mendapatkan dua dosis vaksin campak. Padahal, vaksin campak telah terbukti aman dan sangat efektif dalam mencegah infeksi serta komplikasinya.
Beberapa faktor yang menyebabkan penurunan imunisasi, antara lain:
- Penundaan vaksinasi
- Keraguan terhadap keamanan vaksin
- Gangguan layanan kesehatan
- Mobilitas dan perjalanan internasional yang tinggi
Gejala awal Campak:
Gejala campak biasanya muncul sekitar 10-14 hari setelah terpapar virus. Pada tahap awal, gejalanya mirip flu biasa sehingga sering tidak disadari. Antara lain:
- Demam tinggi
- Batuk
- Pilek
- Mata merah dan berair
- Sensitif terhadap cahaya
- Bintik putih kecil di dalam mulut (disebut bercak Koplik)
Beberapa hari kemudian, muncul ruam merah yang dimulai dari wajah lalu menyebar ke leher, badan, hingga kaki. Ruam ini biasanya disertai demam yang tetap tinggi.
Komplikasi Campak
Campak bukan sekadar ruam dan demam. Pada sebagian anak, terutama yang berusia di bawah lima tahun atau memiliki daya tahan tubuh rendah, komplikasi serius dapat terjadi, seperti:
- Pneumonia (infeksi paru-paru)
- Diare berat dan dehidrasi
- Infeksi telinga yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran
- Radang otak (ensefalitis)
- Kebutaan
- Dalam kasus berat, dapat menyebabkan kematian
Selain itu, virus campak dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh untuk beberapa waktu setelah sembuh, sehingga anak lebih rentan terkena infeksi lain.
Langkah Pencegahan yang Harus Dilakukan Orang Tua
Berikut ini beberapa langkah yang perlu orang tua lakukan untuk melindungi buah hati, antara lain:
1. Pastikan Anak Mendapat Vaksin Lengkap
Vaksin campak biasanya diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella). Dua dosis vaksin memberikan perlindungan lebih dari 95%.
Jika anak belum mendapatkan vaksin lengkap, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengejar jadwal imunisasi yang tertunda.

2. Kenali Gejala Sejak Dini
Jika anak mengalami demam tinggi disertai batuk, pilek, dan mata merah, terutama bila kemudian muncul ruam, segera periksakan ke fasilitas kesehatan. Diagnosis dan penanganan dini membantu mencegah komplikasi serta penularan ke orang lain.
3. Lakukan Isolasi Sementara
Jika dicurigai campak:
- Hindari membawa anak ke tempat ramai
- Batasi kontak dengan anak lain
- Terapkan etika batuk dan bersin
- Rutin mencuci tangan
Campak sangat mudah menular, sehingga isolasi sementara penting untuk melindungi lingkungan sekitar.
4. Perhatikan Asupan Nutrisi
Anak yang terkena campak membutuhkan istirahat cukup, cairan yang adekuat, serta nutrisi yang baik. Pemberian vitamin A sesuai anjuran tenaga kesehatan juga dapat membantu mengurangi risiko komplikasi serius.
Campak adalah penyakit yang sangat menular dan bisa menimbulkan komplikasi berat pada anak. Meningkatnya kasus campak menjadi pengingat bahwa imunisasi bukan hanya melindungi satu anak, tetapi juga melindungi komunitas secara keseluruhan.
Langkah paling efektif yang bisa dilakukan orang tua adalah memastikan anak mendapatkan vaksin lengkap, mengenali gejala lebih awal, dan segera mencari pertolongan medis bila diperlukan. Dengan kewaspadaan dan tindakan yang tepat, risiko penyebaran serta komplikasi campak dapat ditekan secara signifikan.
Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan edukasi dan penanganan yang terbaik terkait kesehatan. Jika bingung harus mulai darimana, Anda dapat berkonsultasi secara video call melalui Yesdok tanpa harus keluar rumah.
Anda juga dapat menemukan konten edukasi kesehatan, dapat membantu untuk mengatasi masalah pada kesehatan fisik dan mental Anda. Segera kunjungi platform sosial media seputar info kesehatan Yesdok, melalui akun instagram Yesdok Indonesia dan TikTok YesDok Indonesia. Konsultasi fleksibel dengan waktu 24/7 dapat membantu Anda untuk sembuh.
Referensi
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448068/
https://www.cdc.gov/measles/signs-symptoms/index.html
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/measles









