Banyak yang masih bingung membedakan tahi lalat yang perlu diwaspadai. Tahi lalat, atau disebut juga nevus, merupakan benjolan kecil pada kulit yang terbentuk dari sel-sel penghasil pigmen bernama melanosit. Walaupun sebagian besar tahi lalat tidak berbahaya, namun beberapa tipe tahi lalat bisa berkembang menjadi kanker kulit ganas yang disebut melanoma.
Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini, sebagai berikut.
Jenis-Jenis Tahi Lalat yang Perlu Diwaspadai
Melanoma merupakan jenis kanker kulit yang berkembang dari sel melanosit yang bersifat lebih agresif dan dapat menyebar ke organ lain jika tidak segera ditangani. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), melanoma dapat muncul pada tahi lalat lama yang berubah bentuk atau warna, ataupun muncul sebagai tahi lalat baru yang tumbuh cepat.
Berikut ini adalah beberapa jenis tahi lalat yang wajib Anda waspadai, antara lain:
1. Tahi Lalat Displastik (Atipikal)
Tahi lalat displastik atau atipikal memiliki ukuran yang lebih besar dari tahi lalat normal. Warnanya bisa coklat muda, coklat tua, kemerahan, hingga hitam dan memiliki tepi yang tidak rata. Namun akan lebih berisiko tinggi terkena melanoma, terutama jika jumlahnya lebih dari 50.
2. Tahi Lalat Kongenital
Tahi lalat ini biasanya sudah ada sejak lahir, dan umumnya berukuran kecil. Tetapi jika berukuran besar (lebih dari 20 cm), dapat berisiko berkembang menjadi melanoma. Sehingga perlu untuk diperhatikan dan diwaspadai lebih lanjut.
3. Tahi Lalat Biasa yang Mengalami Perubahan
Bahkan tahi lalat biasa dapat menjadi tanda kanker jika mengalami perubahan drastis. Cancer Council Australia menekankan pentingnya mengenali perubahan ini melalui aturan ABCDE, yaitu:
- A (Asymmetry): Bentuk tahi lalat tidak simetris antara satu sisi dengan sisi lainnya.
- B (Border): Batas atau tepiannya tidak rata, kabur, atau bergerigi.
- C (Color): Warna tidak seragam, misalnya ada campuran coklat, hitam, merah muda, putih, atau kebiruan dalam satu tahi lalat.
- D (Diameter): Ukurannya lebih dari 6 mm atau sebesar penghapus pensil, meskipun melanoma juga bisa berukuran lebih kecil saat awal muncul.
- E (Evolving): Mengalami perubahan ukuran, bentuk, warna, tekstur, atau muncul gejala baru seperti gatal, perih, berdarah, atau menjadi benjolan keras.
Faktor Risiko Perubahan Tahi Lalat Menjadi Kanker
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko melanoma, antara lain:

- Riwayat keluarga dengan kanker kulit.
- Kulit putih dengan freckles atau mudah terbakar matahari.
- Paparan sinar ultraviolet berlebihan (terutama tanpa sunscreen).
- Memiliki banyak tahi lalat (lebih dari 50) atau tahi lalat displastik.
- Pernah mengalami sunburn parah terutama saat masa kanak-kanak atau remaja.
Pencegahan Melanoma
Meskipun tidak semua tahi lalat dapat dicegah, kamu bisa menurunkan risiko melanoma dengan langkah berikut:
- Gunakan sunscreen minimal SPF 30 setiap hari, bahkan saat mendung.
- Hindari paparan sinar matahari langsung pukul 10.00-16.00.
- Kenakan pakaian pelindung, topi lebar, dan kacamata hitam saat berada di luar ruangan.
- Periksa tahi lalat sendiri secara rutin menggunakan cermin besar dan kecil, termasuk bagian punggung, kaki, sela jari, dan kulit kepala.
- Lakukan pemeriksaan ke dokter kulit setahun sekali atau lebih sering jika memiliki faktor risiko tinggi.
Jika kamu menemukan tahi lalat yang mencurigakan, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar mendapatkan edukasi dan penanganan yang terbaik terkait kesehatan. Jika bingung harus mulai darimana, Anda dapat berkonsultasi secara video call melalui Yesdok tanpa harus keluar rumah.
Anda juga dapat menemukan konten edukasi kesehatan, dapat membantu untuk mengatasi masalah pada kesehatan fisik dan mental Anda. Segera kunjungi platform sosial media seputar info kesehatan Yesdok, melalui akun instagram Yesdok Indonesia dan TikTok YesDok Indonesia. Konsultasi fleksibel dengan waktu 24/7 dapat membantu Anda untuk sembuh.
Referensi
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/moles/symptoms-causes/syc-20375200
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4410-moles
https://www.cancer.org.au/cancer-information/causes-and-prevention/moles
https://www.aad.org/public/diseases/a-z/moles-types









