Kucing telah lama menjadi sahabat manusia yang paling dicintai. Tingkahnya yang menggemaskan dan dengkuran (purring) yang menenangkan terbukti secara ilmiah dapat menurunkan tingkat stres dan kecemasan. Namun, di balik kehangatan tersebut, terdapat beberapa aspek kesehatan spesifik yang perlu dipahami oleh pemilik kucing, terutama wanita.
Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini, sebagai berikut
Risiko Kesehatan Memelihara Kucing Bagi Wanita
Berikut penjelasan mengenai beberapa risiko kesehatan dalam memelihara kucing bagi para wanita:
1. Risiko Infeksi Toksoplasma
Risiko yang paling sering dikaitkan dengan kucing adalah infeksi Toxoplasmosis, yaitu penyakit yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii.
Parasit ini dapat ditemukan pada kotoran kucing yang terinfeksi. Seseorang bisa tertular jika tidak sengaja menelan parasit tersebut, misalnya setelah membersihkan kotak pasir kucing tanpa mencuci tangan dengan benar.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention, sebagian besar orang yang terinfeksi toxoplasmosis tidak menunjukkan gejala yang jelas atau hanya mengalami keluhan ringan seperti demam dan nyeri otot.
Namun pada wanita hamil, infeksi yang baru terjadi selama kehamilan dapat menimbulkan risiko bagi janin, seperti gangguan perkembangan atau masalah kesehatan setelah lahir.
2. Alergi Terhadap Kucing
Selain infeksi, sebagian wanita juga dapat mengalami alergi terhadap kucing. Alergi biasanya dipicu oleh protein yang terdapat pada air liur, kulit mati, atau bulu kucing.
Gejalanya dapat berupa:

- bersin dan hidung tersumbat
- mata gatal atau berair
- ruam pada kulit
- sesak napas pada penderita asma
3. Risiko Infeksi Cakaran
Cakaran atau gigitan kucing juga dapat menimbulkan infeksi yang dikenal sebagai Cat Scratch Disease. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bartonella henselae. Gejala yang dapat muncul antara lain benjolan di sekitar luka, demam ringan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Meskipun demikian, kasus ini relatif jarang dan umumnya dapat sembuh dengan pengobatan yang tepat.
Tips Aman Memelihara Kucing
Memelihara kucing tetap dapat dilakukan dengan aman selama kebersihan dijaga. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Gunakan sarung tangan: Selalu gunakan sarung tangan saat membersihkan kotak pasir (litter box) dan cuci tangan dengan sabun antiseptik setelahnya. Jika Anda sedang hamil, mintalah bantuan orang lain untuk tugas ini.
- Kebersihan kotak pasir: Bersihkan kotak pasir setiap hari. Parasit Toxoplasma membutuhkan waktu 1 hingga 5 hari untuk menjadi infeksius setelah dikeluarkan melalui kotoran.
- Kontrol kutu secara rutin: Berikan obat kutu secara teratur untuk mencegah risiko Cat Scratch Disease.
- Diet kucing yang sehat: Berikan hanya makanan kucing matang atau dry/wet food kemasan. Hindari memberikan daging mentah yang berpotensi mengandung parasit.
- Vaksinasi dan cek rutin: Pastikan kucing mendapatkan vaksinasi lengkap dan pemeriksaan rutin ke dokter hewan untuk mendeteksi penyakit lebih dini.
Memelihara kucing tidak secara otomatis berbahaya bagi wanita. Risiko kesehatan yang mungkin terjadi umumnya berkaitan dengan infeksi toxoplasmosis, alergi, atau infeksi dari cakaran kucing.
Dengan menjaga kebersihan, merawat kucing dengan baik, serta mengikuti anjuran kesehatan, risiko tersebut dapat diminimalkan sehingga wanita tetap dapat menikmati manfaat memelihara hewan peliharaan dengan aman.
Jika Anda mengalami gejala di atas secara berkepanjangan. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan edukasi dan penanganan yang terbaik terkait kesehatan. Jika bingung harus mulai darimana, Anda dapat berkonsultasi secara video call melalui Yesdok tanpa harus keluar rumah.
Anda juga dapat menemukan konten edukasi kesehatan, dapat membantu untuk mengatasi masalah pada kesehatan fisik dan mental Anda. Segera kunjungi platform sosial media seputar info kesehatan Yesdok, melalui akun instagram Yesdok Indonesia dan TikTok YesDok Indonesia. Konsultasi fleksibel dengan waktu 24/7 dapat membantu Anda untuk sembuh.
Referensi
https://www.cdc.gov/toxoplasmosis/risk-factors/index.html
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/toxoplasmosis/symptoms-causes/syc-20356249
https://www.uclahealth.org/news/article/toxoplasmosis-small-risk-owning-cat









