Diet yang kaya protein semakin populer karena klaimnya bisa membantu menurunkan berat badan, menjaga massa otot, dan membuat kenyang lebih lama. Namun, jika dijalankan dalam jangka panjang, apakah pola makan tinggi protein benar-benar aman dan sehat untuk tubuh?
Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini, sebagai berikut.
Diet Protein Tinggi
Diet protein tinggi adalah pola makan di mana persentase kalori harian berasal dari protein melebihi kebutuhan standar umum, sering kali dikombinasikan dengan pengurangan karbohidrat. Banyak orang memilihnya untuk menurunkan berat badan, menjaga massa otot, atau meningkatkan rasa kenyang.
Tubuh membutuhkan protein karena berperan membentuk dan memperbaiki jaringan, membangun otot, menghasilkan enzim dan hormon, serta mendukung sistem imun. Protein berasal dari daging, ikan, telur, produk susu, kacang-kacangan, serta produk nabati seperti tahu dan tempe.
Manfaat Diet Protein Tinggi dalam Konteks Jangka Pendek
Beberapa manfaat yang sering dikaitkan dengan diet protein tinggi, antara lain:
1. Membantu menurunkan berat badan
Protein membuat rasa kenyang lebih lama, sehingga dapat mengurangi asupan total kalori.
2. Menjaga massa otot
Saat menurunkan berat badan, asupan protein tinggi dapat membantu mempertahankan otot lebih baik dibanding diet rendah protein.
3. Mendukung metabolisme
Protein memiliki efek termik yang tinggi artinya tubuh membakar lebih banyak energi saat mencerna protein dibanding lemak atau karbohidrat.
Meskipun demikian, efek-efek ini baru benar-benar terasa dalam jangka waktu pendek sampai menengah, dan belum tentu bertahan bila pola ini diterapkan terus menerus tanpa variasi nutrisi.
Cara Kerja Diet Protein Tinggi
Diet tinggi protein seringkali mengurangi asupan karbohidrat atau lemak di tempatnya. Akibatnya:
- Tubuh merasa kenyang lebih lama
- Nafsu makan berkurang
- Kalori konsumsi total menurun
Namun, penting untuk memahami bahwa protein hanya sebagian dari kebutuhan nutrisi; tubuh tetap membutuhkan serat, vitamin, mineral, dan lemak sehat agar berfungsi optimal.
Risiko Diet Protein Tinggi Jangka Panjang
Meskipun banyak orang melihat hasil cepat, para ahli mengingatkan bahwa efek jangka panjang diet tinggi protein masih belum jelas dan berpotensi menimbulkan risiko tertentu.
1. Belum Ada Bukti Jelas untuk Keamanan Jangka Panjang
Penelitian ilmiah jangka panjang yang kuat tentang diet protein tinggi masih terbatas. Ini berarti kita belum benar-benar memahami semua dampaknya bila dijalankan selama puluhan tahun.
2. Risiko Kekurangan Nutrisi Lainnya
Diet yang terlalu fokus pada protein bisa menyebabkan asupan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan dari buah dan sayuran menjadi kurang. Kekurangan ini bisa berpengaruh pada kesehatan pencernaan dan jantung.

3. Potensi Peningkatan Kolesterol LDL dan Risiko Penyakit Jantung
Jika protein berasal dari sumber daging merah berlemak atau daging olahan, pola makan ini bisa meningkatkan kadar kolesterol “jahat” LDL dan risiko penyakit jantung dalam jangka panjang.
4. Efek pada Ginjal pada Penderita Penyakit Tertentu
Pada orang dengan penyakit ginjal atau masalah fungsi ginjal, diet tinggi protein bisa memperberat kerja ginjal karena metabolisme protein menghasilkan limbah nitrogen yang harus disaring.
5. Tidak Cocok untuk Semua Orang
Orang dengan kondisi tertentu seperti diabetes, gangguan hati, atau penyakit metabolik perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum memulai pola makan tinggi protein.
Diet Protein yang Lebih Aman
Jika Anda ingin memasukkan lebih banyak protein dalam diet Anda dalam jangka panjang, beberapa prinsip berikut dapat membantu menjaganya tetap aman dan seimbang:
Pilih Sumber Protein yang Berkualitas
Protein tidak hanya datang dari daging merah. Sumber sehat lainnya termasuk:
- Ikan dan makanan laut
- Unggas tanpa kulit
- Kacang-kacangan dan biji-bijian
- Produk susu rendah lemak
Memilih variasi sumber protein sehat akan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi lain selain protein itu sendiri.
Ahli gizi umumnya merekomendasikan bahwa protein mencakup sekitar 10–35% dari total kalori harian, tergantung pada aktivitas dan tujuan pribadi. Untuk banyak orang dewasa, asupan protein yang terlalu tinggi di luar kisaran ini belum terbukti memberikan manfaat tambahan yang signifikan.
Diet tinggi protein bisa memberi manfaat jangka pendek, seperti membantu rasa kenyang dan penurunan berat badan. Namun, aman atau tidaknya untuk tubuh dalam jangka panjang masih belum sepenuhnya dipastikan secara ilmiah, terutama jika dijalankan tanpa pendekatan nutrisi yang seimbang.
Pola makan sehat tetap lebih dari sekadar protein saja itu melibatkan sumber makanan yang beragam, termasuk serat, vitamin, mineral, dan lemak baik. Jika Anda mempertimbangkan diet protein tinggi untuk periode panjang, sebaiknya berkonsultasi dengan ahli gizi atau tenaga medis untuk memastikan kebutuhan gizi Anda terpenuhi tanpa menimbulkan risiko bagi kesehatan.
Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan edukasi dan penanganan yang terbaik terkait kesehatan. Jika bingung harus mulai darimana, Anda dapat berkonsultasi secara video call melalui Yesdok tanpa harus keluar rumah.
Anda juga dapat menemukan konten edukasi kesehatan, dapat membantu untuk mengatasi masalah pada kesehatan fisik dan mental Anda. Segera kunjungi platform sosial media seputar info kesehatan Yesdok, melalui akun instagram Yesdok Indonesia dan TikTok YesDok Indonesia. Konsultasi fleksibel dengan waktu 24/7 dapat membantu Anda untuk sembuh.
Referensi
https://www.webmd.com/diet/ss/slideshow-high-protein-diet
https://www.health.harvard.edu/nutrition/high-protein-foods-the-best-protein-sources-to-include-in-a-healthy-diet
https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/high-protein-diets/faq-20058207









