Menjalankan ibadah puasa seringkali menjadi tantangan bagi para penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Perubahan pola makan dan kondisi perut yang kosong selama hampir 13 jam bisa memicu asam lambung naik ke kerongkongan jika tidak pandai memilih makanan yang sebaiknya dihindari saat sahur dan berbuka.
Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini, sebagai berikut.
Makanan yang Harus Dihindari Penderita GERD
GERD adalah sensasi panas di perut dan dada yang dipicu oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan. GERD juga seringkali disertai dengan mual, rasa asam di mulut, kesulitan menelan, sakit tenggorokan, batuk, dan sesak di dada.
Berikut adalah beberapa makanan yang sebaiknya dihindari penderita GERD selama bulan Puasa:
1. Gorengan dan Makanan Tinggi Lemak
Gorengan tergolong sebagai salah satu makanan yang tinggi lemak. Lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Hal ini membuat lambung memproduksi asam lebih banyak dan melemaskan otot katup kerongkongan bawah (LES), sehingga asam lambung mudah naik.
2. Makanan Pedas
Sensasi pedas dari cabai mengandung zat bernama capsaicin. Pada beberapa orang, zat ini dapat memperlambat proses pencernaan dan mengiritasi dinding kerongkongan yang sudah meradang akibat asam lambung.
3. Makanan Asam
Mengonsumsi makanan dan minuman yang cenderung asam dapat mengiritasi kerongkongan mengganggu katup lambung, serta meningkatkan produksi asam lambung. Beberapa makanan asam seperti, buah-buahan sitrus (jeruk, lemon, jeruk bali), nanas, dan tomat.

4. Teh, Kopi, dan Minuman Bergas
Kopi dan teh mungkin menjadi "penyelamat" agar tidak mengantuk, namun keduanya mengandung kafein yang dapat merangsang pelepasan asam lambung. Selain itu, hindari minuman bersoda karena gas di dalamnya dapat membuat perut kembung dan meningkatkan tekanan pada lambung.
5. Coklat
Coklat mengandung methylxanthine yang secara alami dapat mengendurkan otot katup kerongkongan. Jika katup ini kendur, jalan bagi asam lambung untuk naik ke atas terbuka lebar.
Mengatur pola makan saat Ramadan bukan berarti Anda tidak bisa menikmati hidangan lezat. Dengan memilih bahan yang tepat, perut tetap tenang dan ibadah pun jadi maksimal. Apabila Anda mengalami keluhan GERD berkepanjangan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan edukasi dan penanganan yang terbaik terkait kesehatan. Jika bingung harus mulai darimana, Anda dapat berkonsultasi secara video call melalui Yesdok tanpa harus keluar rumah.
Anda juga dapat menemukan konten edukasi kesehatan, dapat membantu untuk mengatasi masalah pada kesehatan fisik dan mental Anda. Segera kunjungi platform sosial media seputar info kesehatan Yesdok, melalui akun instagram Yesdok Indonesia dan TikTok YesDok Indonesia. Konsultasi fleksibel dengan waktu 24/7 dapat membantu Anda untuk sembuh.
Referensi
https://health.clevelandclinic.org/gerd-diet
https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/gerd-diet-foods-to-avoid-to-reduce-acid-reflux
https://www.verywellhealth.com/heartburn-diet-4014166









