Pernah mengalami momen saat membuka mulut entah saat makan, menguap, atau berbicara tiba-tiba terdengar bunyi “klik” atau “pop” dari rahang? Bagi sebagian orang, bunyi ini hanya sesekali muncul tanpa rasa sakit. Namun bagi yang lain, suara tersebut bisa disertai rasa tidak nyaman, bahkan nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini, sebagai berikut
Rahang Sering Bunyi
Dalam dunia medis, kondisi rahang wajah yang sering berbunyi dikaitkan dengan gangguan pada sendi rahang yang dikenal sebagai temporomandibular disorder, yaitu gangguan pada sistem kompleks yang menghubungkan rahang bawah dengan tengkorak. Untuk memahami kenapa rahang bisa berbunyi, bayangkan sebuah engsel pintu yang sangat sering digunakan bahkan ratusan kali dalam sehari. Engsel ini adalah temporomandibular joint (TMJ), yang terletak di depan telinga kanan dan kiri.
Terutama saat:
- Mengunyah makanan
- Berbicara
- Menguap
- Menelan
Penyebab Rahang Sering Bunyi
Bunyi “klik” pada rahang biasanya terjadi ketika ada sesuatu yang tidak lagi bergerak sebagaimana mestinya di dalam sendi tersebut. Salah satu mekanisme paling umum adalah pergeseran disk sendi. Disk yang seharusnya berada di posisi stabil bisa bergeser sedikit ke depan atau ke samping. Ketika Anda membuka mulut, tulang rahang “mengejar” posisi disk tersebut, lalu saat disk kembali ke tempatnya, terdengarlah bunyi klik.
Kebiasaan yang tidak disadari tapi dapat berdampak buruk pada kondisi rahang, antara lain:
1. Stres yang “Turun” ke Rahang
Menariknya, kondisi emosional seperti stres juga berperan besar. Saat seseorang tegang atau cemas, tubuh cenderung merespons dengan kontraksi otot termasuk otot rahang. Tanpa disadari:
- Gigi menjadi sering terkatup rapat
- Otot rahang menegang
- Tekanan pada sendi meningkat
Dalam jangka panjang, kondisi ini menciptakan lingkungan yang “ideal” untuk munculnya bunyi pada rahang.
2. Struktur Gigi yang Tidak Seimbang
Tidak semua orang memiliki susunan gigi yang sempurna. Pada kondisi malocclusion, posisi gigi atas dan bawah tidak bertemu secara ideal. Ketidakseimbangan ini lama-kelamaan memicu gangguan pada TMJ.
Akibatnya, saat mengunyah:

- Beban tidak terdistribusi merata
- Salah satu sisi rahang bekerja lebih keras
- Sendi menjadi tidak stabil
3. Faktor Usia, Cedera, dan Penyakit
Seiring bertambahnya usia, jaringan tubuh termasuk sendi mengalami penurunan kualitas. Disk bisa menipis, tulang rawan berkurang, dan pergerakan menjadi kurang halus. Selain itu, cedera pada wajah, bahkan yang terjadi bertahun-tahun sebelumnya, bisa meninggalkan perubahan pada struktur sendi rahang.
Dampak Jika Dibiarkan
Masalah pada TMJ jarang langsung menjadi berat, tetapi bersifat progresif. Jika tidak ditangani:
- Disk bisa semakin bergeser
- Gerakan rahang menjadi terbatas
- Nyeri di rahang, wajah, atau telinga
- Aktivitas sederhana seperti makan dan berbicara terganggu
- Sakit kepala berulang
- Rahang terasa kaku atau terkunci
- Kesulitan membuka mulut lebari
Ini bisa menandakan gangguan yang lebih serius pada sendi rahang. Bunyi pada rahang bukan sekadar fenomena kecil yang bisa diabaikan. Ia adalah “sinyal” dari tubuh bahwa ada sesuatu yang berubah dalam sistem sendi yang sangat aktif ini. Mulai dari kebiasaan sehari-hari, stres, hingga kondisi struktural, semuanya bisa berkontribusi. Memahami penyebabnya membantu kita mengambil langkah yang tepat baik untuk mencegah maupun mengatasinya.
Mengurangi beban pada rahang adalah langkah pertama:
- Hindari makanan keras atau alot
- Batasi kebiasaan mengunyah berlebihan
- Sadari dan hentikan kebiasaan menggertakkan gigi
Jika Anda mengalami gejala di atas secara berkepanjangan. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan edukasi dan penanganan yang terbaik terkait kesehatan. Jika bingung harus mulai darimana, Anda dapat berkonsultasi secara video call melalui Yesdok tanpa harus keluar rumah.
Anda juga dapat menemukan konten edukasi kesehatan, dapat membantu untuk mengatasi masalah pada kesehatan fisik dan mental Anda. Segera kunjungi platform sosial media seputar info kesehatan Yesdok, melalui akun instagram Yesdok Indonesia dan TikTok YesDok Indonesia. Konsultasi fleksibel dengan waktu 24/7 dapat membantu Anda untuk sembuh.
Referensi
https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/24665-jaw-popping
https://healthcare.utah.edu/the-scope/health-library/all/2026/04/why-your-jaw-pops-or-clicks-and-when-it-signals-problem
https://www.nhs.uk/conditions/temporomandibular-disorder-tmd/









