Kanker serviks dikenal sebagai pembunuh nomor satu kaum wanita. Kanker jenis ini menyerang bagian organ reproduksi wanita, yaitu leher rahim atau serviks. Pada tahap awal kanker ini tidak menunjukkan gejala apapun, namun akan terus berkembang secara perlahan.
Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini, sebagai berikut.
Mengenal Kanker Serviks
Kanker serviks adalah jenis kanker yang muncul pada bagian leher rahim (serviks), bagian bawah rahim yang terhubung dengan vagina. Menurut WHO, kanker serviks menjadi penyebab kematian nomor dua pada wanita di negara berkembang. Penyakit ini pada awalnya tidak menunjukkan gejala apapun dan terus berkembang secara perlahan. Oleh karena itu deteksi dini dan upaya pencegahan sangatlah penting untuk dilakukan.
Penyebab Kanker Serviks
Kanker serviks dapat dipicu dan disebabkan oleh beberapa hal, seperti berikut:
1. Infeksi Human Papillomavirus (HPV)
Virus HPV terutama tipe 16 dan 18 adalah penyebab utama kanker serviks. Virus ini dapat menyebar melalui kontak seksual. Menurut CDC, sekitar 99% kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV.
2. Hubungan Seksual yang Tidak Aman
Melakukan hubungan seksual sejak usia muda dan bergonta-ganti pasangan seks dapat meningkatkan risiko infeksi HPV. Apalagi jika hubungan seksual tidak dilakukan secara sehat dengan menggunakan pengaman dan memerhatikan kebersihan organ seksual.
3. Sistem Imun yang Lemah
Penderita HIV/AIDS atau mereka yang menjalani transplantasi organ (yang menggunakan obat imunosupresif) lebih rentan terhadap infeksi HPV yang berkembang menjadi kanker.

Gejala Kanker Serviks
Pada tahap awal, kanker serviks sering tidak menimbulkan gejala. Namun, beberapa gejala yang umum muncul pada tahap lebih lanjut antara lain:
- Pendarahan abnormal setelah berhubungan seksual, di luar siklus menstruasi dan setelah menopause
- Keputihan yang tidak normal, misalnya berbau menyengat, berwarna coklat atau bercampur darah
- Nyeri saat berhubungan seksual
- Nyeri di area panggul atau pinggang bawah
- Pendarahan berlebihan saat haid dan berlangsung lebih lama
- Kelelahan yang berlebihan
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
Apabila Anda mengalami nyeri di bagian kewanitaan, sebaiknya segera konsultasikan kondisi tersebut ke dokter untuk mendapatkan edukasi dan penanganan yang terbaik terkait kesehatan. Jika bingung harus mulai darimana, Anda dapat berkonsultasi secara video call melalui Yesdok tanpa harus keluar rumah.
Anda juga dapat menemukan konten edukasi kesehatan, dapat membantu untuk mengatasi masalah pada kesehatan fisik dan mental Anda. Segera kunjungi platform sosial media seputar info kesehatan Yesdok, melalui akun instagram Yesdok Indonesia dan TikTok YesDok Indonesia. Konsultasi fleksibel dengan waktu 24/7 dapat membantu Anda untuk sembuh.
Referensi
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12216-cervical-cancer
https://www.webmd.com/cancer/cervical-cancer/understanding-cervical-cancer-symptoms
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervical-cancer/symptoms-causes/syc-20352501









