Obesitas pada anak sering kali dianggap “gemuk yang menggemaskan”. Padahal, kondisi ini bisa menjadi masalah kesehatan serius jika tidak dikenali sejak dini. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), obesitas pada anak didefinisikan sebagai indeks massa tubuh (BMI) yang berada di atas persentil ke-95 sesuai usia dan jenis kelamin.
Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini, sebagai berikut.
Tanda Obesitas pada Anak
Berikut adalah beberapa tanda obesitas pada anak yang harus orang tua waspadai:
1. Berat Badan Jauh di Atas Rata-rata
Tanda utama obesitas adalah berat badan anak yang jauh melebihi standar usianya. Penilaian ini biasanya dilakukan menggunakan grafik pertumbuhan dari World Health Organization (WHO). Anak dikategorikan obesitas jika nilai BMI atau status gizinya berada jauh di atas standar normal (misalnya di atas +3 SD pada kurva WHO).
2. Penumpukan Lemak di Beberapa Bagian Tubuh
Secara fisik, anak dengan obesitas biasanya memiliki pipi tembam berlebihan dagu berlipat (double chin), perut buncit, leher terlihat lebih pendek. Distribusi lemak ini menjadi salah satu tanda klinis obesitas pada anak.
3. Lingkar Perut Membesar
Lingkar perut yang semakin besar menunjukkan penumpukan lemak visceral (lemak di sekitar organ dalam). Kondisi ini penting diwaspadai karena berkaitan dengan risiko penyakit metabolik di masa depan.
4. Mudah Lelah dan Kurang Aktif
Anak obesitas cenderung lebih cepat merasa lelah saat bermain, kurang aktif secara fisik, dan lebih sering duduk atau bermain gadget. Hal ini terjadi karena berat badan berlebih membuat tubuh membutuhkan energi lebih besar untuk bergerak.
5. Muncul Stretch Mark (Garis pada Kulit)
Stretch mark bisa muncul di area perut, paha, atau lengan akibat peregangan kulit karena penambahan berat badan yang cepat.

6. Gangguan Pernapasan Saat Tidur
Beberapa anak obesitas umumnya memiliki kebiasaan mendengkur saat tidur dan sleep apnea (napas berhenti sesaat saat tidur). Kondisi ini berkaitan dengan penumpukan lemak di area leher yang mengganggu saluran napas.
7. Masalah Kepercayaan Diri
Selain fisik, obesitas juga berdampak psikologis. Anak mungkin merasa minder atau kurang percaya diri, menghindari aktivitas sosial, dan mengalami bullying dari teman-teman di sekitarnya.
Jika anak Anda memiliki tanda-tanda di atas, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan edukasi dan penanganan yang terbaik terkait kesehatan. Jika bingung harus mulai darimana, Anda dapat berkonsultasi secara video call melalui Yesdok tanpa harus keluar rumah.
Anda juga dapat menemukan konten edukasi kesehatan, dapat membantu untuk mengatasi masalah pada kesehatan fisik dan mental Anda. Segera kunjungi platform sosial media seputar info kesehatan Yesdok, melalui akun instagram Yesdok Indonesia dan TikTok YesDok Indonesia. Konsultasi fleksibel dengan waktu 24/7 dapat membantu Anda untuk sembuh.
Referensi
https://www.cdc.gov/bmi/child-teen-calculator/index.html
https://www.cdc.gov/obesity/childhood-obesity-facts/childhood-obesity-facts.html
https://www.who.int/toolkits/child-growth-standards/standards/body-mass-index-for-age-bmi-for-age









