Buta Warna: Kenali Ciri Buta Warna pada Anak, Kapan Harus Diperiksa?

February 11, 2026 | Dea

buta warna adalah, buta warna pada anak, ciri anak buta warna, penyebab buta warna, tes buta warna, yesdok

Buta warna (color blindness) adalah kondisi di mana seseorang memiliki kesulitan membedakan warna tertentu yang biasanya orang lain bisa lihat, seperti merah, hijau, biru atau kuning. Ini bukan berarti mata anak “buram” atau penglihatannya kabur, tetapi cara otak dan mata memproses warna berbeda dari normal. Banyak anak yang memiliki kondisi ini tidak menyadari bahwa cara mereka melihat warna berbeda dari teman-temannya hingga orang tua atau guru mulai memperhatikan perubahan perilaku mereka. 

Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini, sebagai berikut.

Penyebab Buta Warna pada Anak

Penyebab paling umum buta warna adalah faktor genetik yang diturunkan dari orang tua, yaitu adanya gangguan pada sel-sel kerucut (cones) di retina yang bertugas menangkap warna. Ketika cones tertentu tidak bekerja dengan baik atau tidak ada sama sekali, kemampuan membedakan warna pun terganggu.

Buta warna pada anak biasanya sudah hadir sejak lahir dan tidak disebabkan oleh aktivitas atau kebiasaan tertentu. Kondisi ini juga jauh lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan karena terkait dengan gen di kromosom X.

Ciri-Ciri Buta Warna pada Anak

Buta warna pada anak bisa sulit dikenali, terutama di usia dini ketika mereka baru belajar mengenal warna. Namun, ada beberapa tanda yang bisa diperhatikan orang tua dan guru, antara lain: 

1. Kesulitan Mengenali Warna Tertentu

Anak secara konsisten keliru mengenali atau menyebut warna tertentu, terutama antara merah dan hijau atau antara biru dan kuning. 

2. Menggunakan Warna yang Tidak Sesuai Saat Menggambar

Misalnya menggambar daun berwarna ungu atau lukisan yang tidak sesuai dengan warna objek aslinya. Anak mungkin tidak sadar bahwa warna itu aneh.

3. Tidak Tertarik atau Bingung Saat Bermain dengan Warna

Anak sering tampak bingung saat diminta mengelompokkan pensil warna, blok warna, atau warna di worksheet. Mereka bisa tampak tidak tertarik bermain atau merasa frustrasi. 

4. Butuh Cahaya Terang untuk Membedakan Warna

Beberapa anak mungkin bisa membedakan warna lebih baik di bawah cahaya alami yang terang, tetapi masih salah saat kondisi pencahayaan kurang atau pada warna yang mirip. 

5. Kesulitan di Lingkungan Belajar

Jika tugas sekolah melibatkan warna seperti grafik, diagram, atau peta berwarna, anak mungkin kesulitan mengikuti atau membedakan informasi tersebut.

Karena anak belum selalu bisa mengungkapkan bahwa mereka “melihat warna berbeda”, tanda-tanda ini sering muncul sebagai perilaku yang membingungkan bagi orang tua atau guru sebelum diagnosis resmi dilakukan.

Cara Mendukung Anak dengan Buta Warna

Sebagai orang tua dan pendidik, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu anak:

  • Gunakan label warna pada pensil, blok warna, dan alat tulis agar anak selalu tahu nama warna yang dimaksud.
  • Pilih materi pembelajaran dengan kontras tinggi atau tanpa terlalu mengandalkan warna agar anak tetap bisa memahami tugas tanpa kebingungan. 
  • Beri pengertian kepada anak tentang buta warna sehingga mereka tahu bahwa ini bukan kesalahan mereka dan mereka tetap bisa belajar dan bermain seperti anak lainnya. 
  • Diskusikan dengan guru mengenai cara penyajian informasi yang tidak terlalu mengandalkan perbedaan warna saja. 

Untuk buta warna yang diturunkan secara genetik, sayangnya belum ada obat atau perawatan untuk “menyembuhkan” kondisi ini. Mata dan otak anak belajar mempersepsikan warna secara berbeda sejak lahir, dan ini biasanya bersifat permanen.

YesDok Ads

Namun, ini bukan berarti kehidupan anak akan terganggu. Banyak anak dengan buta warna hidup dengan adaptasi dan strategi yang efektif. Dokter mata atau optometris serta guru dapat membantu anak belajar cara mengatasi keterbatasan warna dalam aktivitas sehari-hari, misalnya dengan teknik labeling warna atau alat bantu visual jika diperlukan. 

Kapan Anak Perlu Diperiksa ke Dokter?

Mengetahui kapan harus memeriksakan anak sangat penting karena diagnosis dini membantu orang tua dan pendidik memahami kebutuhan anak lebih baik. Ada beberapa pedoman umum: 

1. Usia Anak yang Sudah Bisa Diperiksa

Ophthalmolog atau optometris biasanya dapat melakukan tes buta warna yang akurat pada anak usia sekitar 4 tahun atau lebih, ketika anak sudah mampu memahami instruksi sederhana dari tes tersebut. 

2. Jika Ada Riwayat Keluarga

Jika ada anggota keluarga yang buta warna terutama di pihak ibu sebaiknya anak diperiksa lebih awal, karena kemungkinan penurunan genetik cukup tinggi. 

3. Jika Ada Kesulitan Nyata dengan Warna

Perhatikan jika anak sering kesulitan membedakan warna dalam aktivitas sehari-hari, seperti memilih pakaian, menggambar, bermain puzzle warna, atau memahami pelajaran sekolah yang melibatkan warna. Jika hal ini menonjol, segera konsultasikan ke dokter mata.

4. Saran dari Sekolah atau Guru

Kadang guru melihat anak kesulitan dalam tugas yang melibatkan warna lebih dulu. Jika sekolah menyarankan pemeriksaan, sebaiknya tindak lanjuti untuk mendapatkan diagnosis yang jelas.

Buta warna pada anak adalah gangguan dalam kemampuan melihat atau membedakan warna tertentu yang paling sering disebabkan oleh faktor genetik. Kondisi ini tidak membuat anak “buta” secara keseluruhan, tetapi mempengaruhi cara mereka memproses warna tertentu seperti merah, hijau, biru atau kuning. 

Orang tua perlu mencermati ciri-ciri tersebut sejak dini, terutama ketika anak sudah berusia sekitar 4 tahun ke atas atau jika ada riwayat buta warna dalam keluarga. Pemeriksaan oleh dokter mata atau optometris adalah langkah penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan membantu anak beradaptasi dengan cara melihat warna yang berbeda. 

Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan edukasi dan penanganan yang terbaik terkait kesehatan. Jika bingung harus mulai darimana, Anda dapat berkonsultasi secara video call melalui Yesdok tanpa harus keluar rumah.

Anda juga dapat menemukan konten edukasi kesehatan, dapat membantu untuk mengatasi masalah pada kesehatan fisik dan mental Anda. Segera kunjungi platform sosial media seputar info kesehatan Yesdok, melalui akun instagram Yesdok Indonesia dan TikTok YesDok Indonesia. Konsultasi fleksibel dengan waktu 24/7 dapat membantu Anda untuk sembuh.

Referensi

https://www.nei.nih.gov/eye-health-information/eye-conditions-and-diseases/color-blindness 

https://www.colourblindawareness.org/families/early-symptoms/ 

https://kidshealth.org/en/parents/color-blind-factsheet.html 

YesDok Ads

Copyright © 2023 . All Rights Reserved by Yesdok.