Bruxism: Gigi Menggertak saat Tidur, Begini Cara Mencegahnya!

January 12, 2026 | Dea

gigi menggertak saat tidur, bruxism adalah, gigi berbunyi saat tidur, gigi bergesekkan saat tidur, yesdok

Apakah kamu sering terbangun dengan rahang terasa pegal, nyeri, atau bahkan sakit kepala tanpa sebab yang jelas? Mungkin kamu termasuk salah satu dari banyak orang yang mengalami bruxism, kebiasaan menggertakkan atau menggesekkan gigi saat tidur.

Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini, sebagai berikut.

Apa Itu Bruxism

Bruxism adalah istilah medis untuk kebiasaan menggertakkan (grinding) atau mengatupkan (clenching) gigi dengan tekanan kuat, yang biasanya terjadi tanpa sadar. Meski kadang tidak menimbulkan masalah serius, jika berlangsung terus-menerus, bruxism dapat menyebabkan kerusakan permanen pada gigi dan gangguan rahang. Bruxism terbagi menjadi dua jenis, antara lain:

1. Sleep Bruxism (bruxism saat tidur)

Terjadi saat kamu tidur, biasanya tanpa disadari. Sleep bruxism sering dikaitkan dengan gangguan tidur lain seperti sleep apnea.

2. Awake Bruxism (bruxism saat terjaga)

Terjadi saat kamu sadar dan biasanya berhubungan dengan stres, kecemasan, atau kebiasaan menahan emosi.

Gejala dan Tanda Bruxism

Banyak orang baru menyadari memiliki bruxism setelah mengalami keluhan tertentu atau diberitahu pasangan tidur mereka yang mendengar suara gigi bergesekan. Beberapa gejala umum bruxism, antara lain:

  • Rahang terasa pegal atau nyeri, terutama saat bangun tidur
  • Gigi aus, tampak lebih pendek, rata, atau memiliki permukaan kasar
  • Gigi retak atau patah tanpa sebab jelas
  • Nyeri pada sendi rahang (TMJ pain) saat membuka mulut atau mengunyah
  • Sakit kepala tegang yang muncul dari pelipis
  • Sensitivitas gigi meningkat karena lapisan email menipis
  • Gangguan tidur (sleep disturbance)

Jika dibiarkan, bruxism dapat menyebabkan kerusakan gigi permanen, gangguan sendi rahang, dan nyeri kronis pada wajah.

Penyebab dan Faktor Risiko Bruxism

Hingga kini, penyebab pasti bruxism belum sepenuhnya dipahami. Namun, beberapa faktor yang diduga memicu bruxism, antara lain:

1. Stres dan kecemasan tinggi

Bruxism sering muncul pada orang dengan tingkat stres emosional tinggi. Saat tidur, otot wajah dan rahang tetap aktif sebagai respons stres yang belum terselesaikan.

2. Kelainan tidur

Sleep bruxism banyak ditemukan pada orang dengan obstructive sleep apnea (OSA), di mana pernapasan berhenti sementara saat tidur. Mekanisme kompensasi tubuh ini dapat memicu aktivitas otot rahang berlebihan.

YesDok Ads

3. Postur rahang atau gigi yang tidak sejajar (maloklusi)

Ketidakseimbangan antara gigi atas dan bawah dapat memicu grinding saat tidur.

4. Faktor genetik

Bruxism bisa diturunkan dalam keluarga.

5. Efek samping obat tertentu

Misalnya obat antidepresan golongan SSRI (seperti fluoxetine dan sertraline) memiliki efek samping meningkatkan risiko bruxism.

6. Kondisi neurologis tertentu

Penyakit seperti Parkinson dan Huntington dapat memicu bruxism karena memengaruhi kontrol otot.

Cara Mencegah dan Mengatasi Bruxism

Berikut langkah pencegahan dan penanganan bruxism, antara lain:

  • Kurangi stres dan cemas sebelum tidur
  • Karena stres merupakan faktor utama, lakukan relaksasi seperti:
  • Meditasi atau mindfulness
  • Pernapasan dalam sebelum tidur
  • Peregangan ringan atau mandi air hangat
  • Gunakan night guard atau splint gigi
  • Dokter gigi dapat membuatkan pelindung gigi khusus (mouth guard) yang dikenakan saat tidur untuk mencegah kerusakan gigi akibat gesekan keras.
  • Hindari kafein dan alkohol berlebihan
  • Keduanya dapat memicu atau memperburuk bruxism.
  • Perbaikan struktur gigi atau ortodonti.

Namun jika Anda mengalami nyeri rahang menetap dan mengganggu aktivitas, gigi aus, retak, atau patah tanpa sebab jelas, sakit kepala tegang berulang dan terakhir gangguan tidur yang menurunkan kualitas hidup, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi agar mendapatkan edukasi dan penanganan yang terbaik terkait kesehatan. Jika bingung harus mulai darimana, Anda dapat berkonsultasi secara video call melalui Yesdok tanpa harus keluar rumah.

Anda juga dapat menemukan konten edukasi kesehatan, dapat membantu untuk mengatasi masalah pada kesehatan fisik dan mental Anda. Segera kunjungi platform sosial media seputar info kesehatan Yesdok, melalui akun instagram Yesdok Indonesia dan TikTok YesDok Indonesia. Konsultasi fleksibel dengan waktu 24/7 dapat membantu Anda untuk sembuh.

Referensi

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482466/

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bruxism/diagnosis-treatment/drc-20356100

https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10955-teeth-grinding-bruxism

YesDok Ads

Copyright © 2023 . All Rights Reserved by Yesdok.