Banyak Orang Tua Salah! Ini Batas Aman Screen Time Anak Menurut WHO!

April 23, 2026 | Amara

screen time anak, batas screen time anak, screen time yang aman untuk anak, durasi screen time anak menurut WHO, penggunaan gadget pada anak,
efek gadget pada perkembangan anak, yesdok, videocalldokter, konsultasi, 24jam

Di zaman serba digital seperti sekarang, hampir mustahil memisahkan anak dari layar. Mulai dari TV, tablet, hingga smartphone—semuanya jadi bagian dari keseharian. Bahkan, tidak sedikit orang tua yang memanfaatkan gadget sebagai “penyelamat cepat” saat anak rewel. Tapi di balik kemudahan itu, muncul pertanyaan penting: sebenarnya berapa lama screen time yang aman untuk anak? Apakah boleh setiap hari? Atau justru harus dibatasi ketat?

Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini, sebagai berikut. 

Rekomendasi Screen Time Anak Menurut WHO

WHO mengeluarkan panduan khusus untuk anak usia di bawah 5 tahun yang mencakup aktivitas fisik, waktu tidur, dan screen time. Rekomendasi ini dibuat untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, baik secara fisik maupun mental. Berikut adalah rekomendasi screen time anak menurut WHO:

1. Bayi (Usia 0-1 Tahun)

Untuk bayi, WHO tidak merekomendasikan screen time sama sekali. Di fase ini, otak bayi berkembang sangat pesat. Interaksi langsung seperti kontak mata, berbicara, dan bermain sederhana jauh lebih penting dibanding paparan layar gadget. 

2. Anak Usia 1-2 Tahun

Anak usia 1 tahun tetap tidak disarankan screen time, sedangkan anak usia 2 tahun boleh diberikan screen time dengan durasi maksimal 1 jam per hari. Namun, WHO menegaskan bahwa semakin sedikit screen time, semakin baik. Di usia ini, anak mulai belajar bahasa dan interaksi sosial. Jika terlalu sering terpapar layar tanpa pendampingan, proses ini bisa terganggu.

3. Anak Usia 3-4 Tahun

Anak di usia 3-4 tahun disarankan screen time dengan durasi maksimal 1 jam per hari. Anak di usia ini memang mulai aktif dan penasaran, tapi kebutuhan utamanya tetap bermain aktif, eksplorasi lingkungan, dan interaksi sosial. 

Dampak Screen Time Berlebih pada Anak

Screen time yang berlebihan bukan hanya soal “terlalu lama lihat layar”, tapi bisa berdampak ke berbagai aspek perkembangan anak. Berikut adalah beberapa dampak screen time berlebih pada anak:

1. Gangguan Tidur

Paparan layar, terutama sebelum tidur, bisa mengganggu produksi hormon melatonin yang berperan dalam mengatur tidur. Akibatnya, anak jadi sulit tidur atau kualitas tidurnya menurun.

2. Keterlambatan Perkembangan 

Beberapa studi menunjukkan bahwa screen time berlebih dapat dikaitkan dengan keterlambatan bicara, kesulitan fokus, dan hambatan perkembangan sosial. Hal ini terjadi  karena anak lebih banyak menerima stimulasi pasif daripada aktif.

3. Risiko Diabetes

Anak yang terlalu lama duduk di depan layar cenderung kurang bergerak. Dalam jangka panjang, ini bisa meningkatkan risiko kelebihan berat badan.

YesDok Ads

4. Masalah Perilaku

Paparan konten yang tidak sesuai usia atau penggunaan gadget tanpa kontrol bisa memicu anak tantrum, kecanduan layar, dan kesulitan mengatur emosi.

Tips Mengatur Screen Time Anak

Mengurangi screen time bukan berarti melarang total. Kuncinya ada di pengelolaan yang bijak. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • Buat jadwal yang konsisten: tentukan kapan anak boleh menggunakan gadget, misalnya hanya di sore hari atau akhir pekan
  • Hindari gadget sebelum tidur: usahakan tidak ada screen time minimal 1 jam sebelum waktu tidur
  • Dampingi anak: jangan biarkan anak “sendirian” dengan gadget. Libatkan diri Anda dalam aktivitas mereka
  • Pilih konten yang berkualitas: utamakan konten edukatif dibanding hiburan pasif
  • Alihkan ke aktivitas lain: Gantikan screen time dengan aktivitas seperti membaca buku, bermain di luar, menggambar, dan bermain peran. Aktivitas ini jauh lebih baik untuk memberikan stimulasi pada anak.

Penggunaan gadget pada anak memang tidak bisa dihindari, tapi tetap perlu dibatasi dengan bijak. Berdasarkan rekomendasi World Health Organization, durasi screen time harus disesuaikan dengan usia dan tidak berlebihan.

Yang terpenting, pastikan screen time tidak menggantikan aktivitas penting seperti bermain, belajar, dan interaksi langsung dengan orang tua. Karena pada akhirnya, perkembangan terbaik anak tetap datang dari pengalaman nyata, bukan dari layar.

Jika anak Anda mengalami keluhan kesehatan, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan edukasi dan penanganan yang terbaik terkait kesehatan. Jika bingung harus mulai darimana, Anda dapat berkonsultasi secara video call melalui Yesdok tanpa harus keluar rumah.

Anda juga dapat menemukan konten edukasi kesehatan, dapat membantu untuk mengatasi masalah pada kesehatan fisik dan mental Anda. Segera kunjungi platform sosial media seputar info kesehatan Yesdok, melalui akun instagram Yesdok Indonesia dan TikTok YesDok Indonesia. Konsultasi fleksibel dengan waktu 24/7 dapat membantu Anda untuk sembuh.

Referensi:


https://www.weforum.org/stories/2019/04/who-recommends-one-hour-maximum-screen-time-per-day-for-under-5s

https://www.who.int/news-room/detail/24-04-2019-to-grow-up-healthy-children-need-to-sit-less-and-play-more

https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/screen-time/art-20047952 

https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10353947/ 

YesDok Ads

Copyright © 2023 . All Rights Reserved by Yesdok.